AWpXY408eFgTMZfAqTF4BFiqwKCPEBSc31nK3rsb
Biodata Gen Halilintar, Profil Lengkap, 1001 Fakta Keluarga, Foto dan Tugas Gen Halilintar

Iklan Billboard 970x250

Biodata Gen Halilintar, Profil Lengkap, 1001 Fakta Keluarga, Foto dan Tugas Gen Halilintar

Gen Halilintar.

Gen halilintar.
Gen Halilintar : "Kesebelasan Keluarga Gen Halilintar", tentu saja banyak orang yang sudah sudah tau atau pernah dengar cerita mengenai sebuah keluarga unik Kesebelasan Gen Halilintar, kan ya? Gen Halilintar adalah keluarga besar yang memiliki 11 orang anak ini memang tergolong unik. Mungkin sebagian dari kita ada yang terkejut jika ada satu keluarga yang memiliki 11 anak. Ya, bukan hanya dengan 11 anak, namun dengan pendidikan kesebelas anaknya yang luar biasa. Cerita keluarga Kesebelasan Gen Halilintar ini berawal ketika seorang pemuda yang bernama Halilintar Anofial Asmid, menikah muda dengan seorang wanita bernama Lenggogeni Faruk. "Kami menikah muda saat sama-sama masih kuliah di UI. Menikah pada tahun 1993, dan hobi traveling sejak itu, bahkan sebelum saya hamil", kisah sang istri Gen Halilintar.

Gen adalah nama panggilan dari sang istri, sedangkan untuk sang suami dipanggil Halilintar, maka jadilah keluarga mereka disebut Gen Halilintar. Asal mula keluarga ini yang membuatnya menjadi terkenal adalah Berawal dari sang ibu yang menulis sebuah buku berjudul "Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team" pada awal tahun 2015. Buku ini pun laku keras di pasaran dimana di dalamnya diceritakan bagaimana terjadinya perjalanan bisnis mereka hingga bisa keliling dunia atau traveling.

Keluarga kesebelasan Gen Halilintar ini memang memiliki hobi yang sama yaitu traveling keliling dunia. Namun perjalanan mereka bukan hanya sekedar rekreasi atau traveling saja, akan tetapi dalam rangka ekspansi bisnis mereka di luar negeri. Karena memiliki keluarga besar dengan 11 anak dan hobi traveling ini cerita mengenai Keluarga Gen Halilintar ini pun sudah banyak di ekspose baik dimedia cetak, elektronik maupun talkshow di layar televisi indonesia.

Biodata Gen Halilintar.

Gen Halilintar adalah keluarga berdarah Minangkabau ini terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 5 anak perempuan, selain kedua orang tua mereka. Akan tetapi percaya tidak percaya dengan jumlah anak sebanyak ini dirumah mewah mereka yang berlantai 3 di bilangan Pondok Indah ini tidak terdapat atau memiliki pembantu atau asisten rumah tangga. Semua anggota keluarga Gen Halilintar cukup mandiri dan memiliki tanggung jawab masing-masing. Mempunyai banyak anak dan melakukan traveling keliling dunia bersama? Mungkin hal tersebut belum terbesit di dalam benak kalian kan?. Tetapi hal tersebut sudah dilakukan oleh keluarga Gen Halilintar.

Keluarga Halilintar atau yang sering disebut dengan Gen Halilintar, merupakan sebuah nama atau julukan sebuah keluarga Indonesia yang unik dan inspiratif, serta menimbulkan banyak kekaguman. Keluarga Gen Halilintar ini menjadi terkenal setelah sang ibu menulis buku yang berjudul ‘Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team’ pada awal tahun 2015. Buku yang banyak diminati publik ini bercerita tentang keluarga Gen Halilintar yang sudah melakukan perjalanan bisnis keliling dunia, ke 100 negara dengan memboyong seluruh keluarganya.

Sang ayah, Halilintar Anofia Asmid yang semasa mudanya sudah suka berpetualang, mulai dari negara Malaysia dan Uzbekistan pernah ia singgahi seorang diri. Banyak ilmu tentang kehidupan yang ia dapatkan selama tinggal disana. Selama di Uzbekistan, ia telah menjadi tahu bahwa ternyata negara tersebut melahirkan banyak ilmuwan-ilmuwan besar. Ibnu Batutah, Al-jabar, Ibnu Sina, para cendekiawan, penemu ilmu atom, ilmu perbintangan dan masih banyak ilmuan lainnya yang lahir disana. Pak Halilintar muda pun sempat heran, bagaimana mereka bisa menjadi sehebat itu. Dan akhirnya ia mencari kunci sukses tersebut disana.

Dan ketika pulang ke indonesia, Halilintar Anofia menikahi Lenggogeni Faruk (panggilan sang istri adalah Gen), yang merupakan teman kuliahnya di Universitas Indonesia saat itu. Kala itu, Halilintar memasuki tahun ke empat jurusan elektro, sedangkan Gen tahun kedua jurusan ekonomi pada saat itu. Dan mereka berasal dari daerah yang sama, yaitu Riau. Sejak menikah, tahun 1993 mereka berdua mulai menjalankan bisnis, berbagai negara mereka singgahi, bahkan menurut sang istri, hampir mencapai seratus negara, lima benua sudah mereka singgahi.

Menurut sang istri, orang-orang dahulu sukses berkelana. Seperti Vasco Da Gama, Cheng Ho keliling dunia bukan dengan tangan hampa, tetapi membawa barang dagangan. Karena bisnis yang mengharuskan mereka berpindah-pindah tempat, maka diantara ke 4 anak mereka pun lahir di negara yang berbeda-beda, walaupun dalam keadaan hamil besar pun Gen tetap berpergian dengan pesawat. Anak pertamanya Atta Halilinta lahir saat transit di Brunei, Sohwa Halilintar anak keduanya lahir saat ia transit di Jordania, anak ketiga Sajidah Halilintar lahir saat singgah di Pulau Labuhan Malaysia, dan anak keempatnya Thariq Halilintar lahir di Kuala lumpur.
biodata gen halilintar, biodata gen halili, biodata gen halilintar terlengkap, biodata gen halilintar dan tempat lahir, biodata gen halilintar beserta foto, biodata gen halilintar dan tugasnya, profil gen halilintar, profil lengkap gen halilintar, profil keluarga gen halilintar, profil dan biodata gen halilintar, profil lengkap keluarga gen halilintar, profil kesebelasan gen halilintar,

Profil Gen Halilintar.

Ayah : Halilintar Anofial Asmid (lahir 13 Oktober 1968).
Ibu : Lenggogeni Faruk (lahir 29 Oktober 1972).
Anak 1 : Muhammad Attamimi Halilintar (Atta, 20 November 1994).
Anak 2 : Sohwa Mutamima Halilintar (Sohwa, 25 April 1996).
Anak 3 : Sajidah Mutamimah Halilintar (Sajidah, 17 Juli 1997).
Anak 4 : Muhammad Thariq Halilintar (Thariq, 29 Januari 1999).
Anak 5 : Abqariyyah Mutammimah Halilintar (Iyyah, 13 Juli 2000).
Anak 6 : Muhammad Saaih Halilintar (Saaih, 16 Maret 2002).
Anak 7 : Siti Fatimah Halilintar (Fatim, 26 September 2003).
Anak 8 : Muhammad Al Fateh Halilintar (Fateh, 25 Februari 2006).
Anak 9 : Muhammad Muntazar Halilintar (Muntaz, 20 Mei 2008).
Anak 10 : Siti Saleha Halilintar (Saleha, 1 Oktober 2010).
Anak 11 : Muhammad Shalaheddien El-Qahtan Halilintar (Qahtan, 9 Agustus 2012).

Akun Instagram Gen halilintar:

https://www.instagram.com/genhalilintar
Situs: www.genhalilintar.com

Tugas Keluarga Gen Halilintar:

GenH 1 : Atta us Captain.
GenH 2 : Sohwa us Designer.
GenH 3 : Sajidah us Laundry.
GenH 4 : Thariq us HouseKeeping.
GenH 5 : Abqariyyah us Nursing.
GenH 6 : Saaih us It Maintenance.
GenH 7 : Fatimah us Nursing.
GenH 8 : Fateh us Assistant - HouseKeeping.
GenH 9 : Muntaz us Presenter and Assistant - HouseKeeping.
GenH 10 : Saleha us Model Genh and Assistant - HouseKeeping.
GenH 11 : Qahtan us Assistant - HouseKeeping.

Tugas Ibu Gen Halilintar.

Tugas Ibu dari keluarga Gen Halilintar ini sangat luar biasanya, karena selain menjalankan tugas sebagai ibu, namun Gen harus menjalankan bisnis serta harus membawa bersama dengan semua anaknya tanpa bantuan asisten ataupun baby sitter. Di Prancis, mereka membuat butik dan kafe, di Australia ada usaha pertenakan kambing yang luasnya setara dengan kompleks UI. Dan ia mampu menyelesaikan pendidikannya sampai mendapatkan Gelar Ph.D di Universitas Selangor Malaysia, dan sang suami kini sudah mendapatka Gelar doctor di Malaysia.

Untuk pendidikannya bagi anak-anaknya, Gen Halilintar memiliki metode sendiri. Beberapa anaknya memang mengenyam pendidikan formal setingkat SMP, tetapi sebagian besar pendidikan anak-anaknya diterapkan pendidikan homeschooling plus. Anak-anak mereka diharuskan belajar selama dalam perjalanan bisnis kemana pun sampai seminggu penuh. Menurut Gen, memberi pelajaran saat didalam mobil lebih mudah diserap dan lebih fokus. Bukan hanya tentang akademis, tetapi juga dengan non akademis, dan bisnis.

Untuk aktifitas keseharian dan perilaku anak keluarga Gen Halilintar sangat menghormati orang tua mereka. Selain itu anak-anak Gen selalu di ajarkan sesama anak harus selalu sopan dalam berbicara, walaupun untuk anak tertua berbicara kepada yang lebih muda. Dalam urusan tugas rumah, seluruh anak sudah dibiasakan untuk mandiri dan menjalankan tugas seperti management hotel. Ada yang berperan sebagai chef, operator laundry, house keeping, dan operator lainnya.

Sedangkan untuk anak pertama mereka, Atta Halilintar sejak SD sudah bisa berdagang kerajinan, pop corn dan sandwich yang ia jualkan kepada teman-temannya di sekolah. Saat baru kelas 5 SD saja, Atta sudah bisa membantu ayahnya untuk memasarkan produk provider komunikasi. Menginjak usia 12 tahun ia berjualan gadget secara online. Pada tahun berikutnya, ia jual-beli mobil, sampai konsumen tidak percaya bahwa yang menawarkan mobil kepadanya adalah anak berusia 13 tahun. Dan kini Atta juga mempunyai usaha operator tour.

Untuk anak kedua Gen Halilintar ini sudah memiliki usaha dalam bidang fashion dan usaha kuliner. Ide tersebut muncul pada saat selama melakukan perjalanan traveling keliling dunia. Dan beberapa anak Gen Halilintar juga mempunyai Vlog yang suka menceritakan tentang keseharian mereka, dan membuat beberapa tantangan-tantangan di dalam Channel YouTube nya ‘Gen Halilintar’.

Keluarga Kesebelasan Gen Halilintar tinggal dalam sebuah rumah besar bertingkat 3 di daerah kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan. Rumah mereka terdiri dari banyak kamar, ruangan gudang dan tempat menjalankan bisnis. Ruang keluarga dijadikan multifungsi, selain tempat bercengkrama, dan bisa dipakai untuk makan bersama, shalat berjamaah, dan sebagai ‘laboratorium’ untuk belajar bisnis dan tempat pelatihan kerja. Setiap petang, jika mereka sedang di Indonesia, ruangan tersebut digunakan untuk shalat magrib berjamaah, dan dilanjutkan untuk tadarus Al-Qur’an. Sehingga suara orang yang sedang mengaji terdengar ramai dirumah keluarga Gen Halilintar.
biodata gen halilintar, biodata gen halili, biodata gen halilintar terlengkap, biodata gen halilintar dan tempat lahir, biodata gen halilintar beserta foto, biodata gen halilintar dan tugasnya, profil gen halilintar, profil lengkap gen halilintar, profil keluarga gen halilintar, profil dan biodata gen halilintar, profil lengkap keluarga gen halilintar, profil kesebelasan gen halilintar,

Biodata Lengkap Keluarga Gen Halilintar.

1. Halilintar Anofial Asmid (Ayah, kelahiran 13 Oktober 1968).
2. Lenggogeni Faruk (Ibu, 29 Oktober 1972).
3. Atta Halilintar (Atta, 20 November 1994).
4. Sohwa Halilintar (Sohwa, 25 April 1996).
5. Sajidah Halilintar (Sajidah, 17 Juli 1997).
6. Thariq Halilintar (Thariq, 29 Januari 1999).
7. Iyyah Halilintar (Iyyah, 13 Juli 2000).
8. Saaih Halilintar (Saaih, 16 Maret 2002).
9. Fatim Halilintar (Fatim, 26 September 2003).
10. Fateh Halilintar (Fateh, 25 Februari 2006).
11. Muntaz Halilintar (Muntaz, 20 Mei 2008).
12. Saleha Halilintar (Saleha, 1 Oktober 2010).
13. Qahtan Halilintar (Qahtan, 12 Agustus 2012).

Fakta Gen Halilintar:

Setelah membaca Biodata dan Profil Keluarga Gen Halilintar, maka inilah pelajaran yang bisa kita ambil dari keluarga Gen Halilintar. Walaupun harus diakui bahwa setiap keluarga itu tidak bisa meniru apa-apa yang diterapkan dan yang dilakukan keluarga lain, namun yang sangat menarik untuk tiru seperti apa cara mengatur keluarga dari keluarga Gen Halilintar ini. Berikut ini hal menarik yang saya dapatkan dari ke 3 buku Kesebelasan Gen Halilintar:

1. Kepemimpinan Seorang Ayah Gen Halilintar.
Siapa yang bertanggung jawab terhadap sebuah keluarga? Tentunya sang Ayah sebagai pemimpin keluarga. Dalam buku pertama My Family My Team pada bagian terakhir, Geni menuliskan testimoni anggota keluarga terhadap imam keluarga, Halilintar Asmid. Sebagai pembaca, kita bisa merasakan bagaimana kekaguman yang tulus datang dari kepribadian yang diperlihatkan sehari-hari.

"Beliau adalah seorang 'pelayan yang baik'. Kami tahu itu semua dilakukan untuk memberi contoh kepada kami, walau bagi kami masih terasa sulit untuk meneladaninya, hal yang paling simple saja, misalkan beliau menyetir mobil bepergian bersama kami, beliau akan menurunkan kami di tempat paling mudah bagi kami, misal di lobby, ataupun di lokasi terdekat dengan tempat yang kami tuju, bukannya membawa kami ke tempat parkir menemaninya seperti kebanyakan orang. Begitu juga ketika pulangnya, kami cukup menuju ke exit terdekat. Mudah-mudahan sikap beliau yang sedemikian tidak membuat kami lupa diri, senang diservis, tapi lupa meneladani". My Family My Team - halaman 330.

2. Sabar Menghadapi Masa-masa Susah Keluarga Gen Halilintar.
Suatu ketika Fatim yang baru berusia 3 tahun meminta dibuatkan susu. Namun saya hanya menjawab lirih, "Susu sedang habis nak". Fatim berkata lagi dengan tegar, "Oh…nggak apa-apa, Mi. Teh aja", Saya timpali lagi, "Teh pun habis sayang". Fatim menjawab sambil tersenyum, "Ya udah, air putih aja, Mi". Haru saya mendengar jawabannya. Terasa air mata hampir menetes. Namun saya ingat nasihat ayah anak-anak, "Jangan biarkan air mata keluar karena kesusahan dunia, tapi menangislah apabila berbuat dosa". My Brother My Builder - halaman 102.

"Demikianlah, ujian nikmat dan susah sama-sama menguji kita. Ujian nikmat lebih mudah kita menghadapinya, sebab akal dan hati mudah merasakannya dan merasakan langsung kenikmatan itu. Ujian susah jauh lebih sulit untuk sabar dan redha, sebab berlawananan dengan nafsu, dengan akal, dengan hati, dan berat kita menanggungnya. Disitulah peran hati dalam mendidik nafsu dan akal. Jika berhasil, nafsu akan terdidik dan akal pikiran akan semakin terbuka. Sedemikian pahit kehidupan yang dialami, namun tidak membuat kita surut, tapi justru terus maju ke depan, tetap berjiwa besar dan bercita-cita besar". My Brother My Builder - halaman 105.

Ada pendapat menarik dari Halilintar yang dikutip Geni mengenai menjadi orang yang dimanfaatkan orang lain. Seseorang datang curhat kepada Halilintar, bahwa dia dalam hidupnya selalu hanya dimanfaatkan oleh orang lain, kemudian di tinggalkan. Halilintar mendengar dan kemudian mengatakan, "Bahwa banyak orang suka mengatakan ingin menjadi orang baik yang bermanfaat untuk orang lain. Nah, bersyukurlah kita telah di manfaatkan orang dan orang itu mendapat manfaat. Artinya doa dan harapan kita terkabul bahwa kita menjadi orang yang bermanfaat kepada orang lain". My Brother My Builder - halaman 151.

3. Nilai Spiritual yang Ditanamkan Sejak Dini Secara Konsisten Keluarga Gen Halilintar.
"Nilai spiritual ditanamkan di keluarga ini langsung dari kedua orang tuanya. Kalau keluarga lain biasa menyerahkan masalah pendidikan keimanan kepada pihak sekolah, keluarga ini berusaha untuk melakukannya bersama-sama. Sang Ayah yang selalu membawa keluarganya untuk berbisnis ke sejumlah tempat, memungkinkan waktu bersama yang lebih banyak. Dengan melihat sendiri contoh nyata dari Ayah dan Ibu, nilai-nilai keimanan bisa nempel lebih kuat dalam diri anak-anak.
Hingga hari ini kami masih terus berusaha bagaimana perbedaan dapat disatukan dalam suasana kasih sayang yang berlandaskan ketuhanan". My Family My Team - halaman 289.

"Jangan pernah malu sekiranya suatu ketika kita miskin, tapi malulah jika berbuat dosa". My Brother My Builder - halaman 103.

4. Banyak Anak Dianggap Sebagai Rahmat Keluarga Gen Halilintar.
"Pada kami bukan berarti dengan 11 anak tidak repot, tentu mengalami juga susah payah menghadapi berbagai tingkah dan ragam perilaku masing-masing anak yang berbeda. Yang berbeda inilah yang kita arahkan hingga perbedaan itu menjadi sebuah rahmat, keberkahan, suatu potensi yang dikembangkan dalam rumah tangga". My Family My Team - halaman 289.

5. Mendidik Anak-anak yang Mandiri Keluarga Gen Halilintar.
Ternyata anak-anak keluarga ini sudah di didik untuk mandiri sejak kecil. Atta pada umur 12 tahun membantu membersihkan plasenta adiknya dan menguburkannya di tanah belakang condo dibawah panduan sang ayah. Ada pula Sajidah Halilintar saat usia baru 9 tahun telah membantu menggendong adik bayi. Atau Sajidah yang sudah memasak untuk keluarga dari usia 12 tahun.

"Sebenarnya jika seseorang itu membiasakan dengan pekerjaan seperti pernah jadi tukang cuci, tukang masak, cleaning service, delivery barang dan surat, menjajakan kartu perdana prepaid, itu bisa menjadi ajang untuk pendidikan dan latihan membuang gengsi atau sombong dan ego, sehingga menjadi ringan melakukan kerja apa pun, menjadi lebih peduli dengan kesusahan orang lain, menjadi lebih kreatif dan berinisiatif". My Brother My Builder - halaman 143.

Mengapa keluarga ini tidak memerlukan asisten rumah tangga?
Karena setiap anak saling bantu membantu mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Bahkan kerennya, mereka mengurus rumah ala manajemen hotel, karena terinspirasi sejumlah hotel yang biasa mereka kunjungi. Ada bagian Kitchen yang mengurus masakan di dapur, Laundry, Housekeeping, Baby sitting untuk anak-anak yang masih kecil, Service and Maintenance, dan lainnya. Semua dikerjakan anak-anak, dan orang tua hanya tinggal duduk manis. Luar biasa!

6. Pendidikan 24 jam Keluarga Gen Halilintar.
Ketika tinggal di Malaysia, 5 anak keluarga ini memang bersekolah formal di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK). Namun sekembali ke Indonesia, mereka memilih untuk menerapkan pendidikan homeschooling. Tidak tanggung-tanggung, jam sekolahnya 24 jam. Untuk ilmu formal, mereka dibantu oleh guru-guru yang mengajar sesuai kompetensi masing-masing. Terkadang, guru ini mengikuti perjalanan keluarga ke berbagai kota. Proses belajar mengajar dan pusat kegiatan dilakukan di SMC atau School of Mind Center yang dibuat tidak jauh dari rumah mereka. Disana mereka mengadakan lectures, motivation, training, coaching untuk berbagai kalangan. Ada juga workshop seperti membuat mini mart, mini cafe X burger, mini boutique, dan lain-lain. Intinya mereka berusaha menerapkan ilmu yang mereka pakai untuk hidup.

"Dulu di zaman orang-orang yang taat, pergi kemanapun mereka belajar, semua tempat-tempat yang mereka kunjungi menjadi tempat 'pendidikan' mereka, bahkan ke pasar pun mereka akan mendapat pendidikan. Sekali lagi, di sini saya menggunakan istilah 'pendidikan', bukan tempat mendapatkan 'pelajaran'. Sekarang orang sibuk dengan pelajaran dan hafalan tapi lupa dengan pendidikan dan penghayatan. Pendidikan berbeda dengan pelajaran. Pendidikan berkaitan dengan pembinaan 3 unsur di dalam diri: hati, akal dan nafsu. Sedangkan pelajaran lebih kepada akal semata". My Family My Team - halaman 294.

7. Mengembangkan Perbedaan Potensi Setiap Anak Gen Halilintar.
Biasanya dalam keluarga ada kecenderungan satu anak lebih menonjol dari anak yang lain. Dan mulailah orang tua membanding-bandingkan mereka. Pada keluarga GenHalilintar, setiap anak seperti diberi label untuk menunjukkan potensi mereka.

"Tidak dapat dipungkiri juga, masing-masing anak sejak lahir ada potensi positif dan ada juga potensi negatif. Yang positif disuburkan, yang Neegatif di kuburkan. Inilah yang memerlukan program pembinaan terus-menerus, ada program eksternal, ada pula yang internal, dan ada juga yang diramu merupakan kombinasi keduanya". My Family My Team - halaman 290.

8. Jalan-Jalan yang Mendatangkan Uang Keluarga Gen Halilintar.
Kalau kita yang mau jalan-jalan ke restoran bersama keluarga saja mikirnya panjang, karena keuangan yang terbatas . Tapi mungkin, Anda akan heran melihat gaya keluarga ini yang bisa mondar-mandir keliling 5 benua dengan 11 anak.

Kok mereka bisa, kok kami nggak?
Ternyata memang jalan-jalan mereka bukanlah jalan-jalan biasa. Jalan-jalan keluarga Gen Halilintar ini adalah perjalanan bisnis yang menguntungkan. Pergi bawa dagangan untuk dijual di kota tujuan dan pulang bawa dagangan yang lain untuk dijual di kota asal. Sebuah perjalanan yang menghasilkan banyak keuntungan. Jadi bukan seperti kita yang umumnya menghabiskan semuanya di tempat pelancongan. Ide Bisnis yang cukup menarik kan ya?.

"Ada rahasia besar dari traveling, sehingga orang-orang besar menjadikannya sebagai tradisi, yakini dengan traveling dapat membina 4 unsur: unsur fisik, akal, jiwa dan nafsu. Inilah yang mempengaruhi diri manusia. Manusia jadi baik ataupun jadi buruk, jadi sehat ataupun sakit akal, jiwa dan fisiknya, ditentukan oleh keadaan keempatnya. Jangan kita bayangkan traveling itu jauh, mahal dan memerlukan waktu yang panjang saja. Ini juga bisa dilakukan daily, weekly, monthly, atau yearly. Dan bisa dilakukan di luar negeri, dalam negeri, luar kota, dalam kota, atau sekitar kompleks rumah, berkendaraan ataupun jalan kaki. Tanpa ongkos pun bisa dilakukan. Yang penting ada kemauan untuk membawa keluarga berjalan-jalan sesuai dengan kemampuan masing-masing". My Family My Team - halaman 308.

8. Gen Halilintar adalah Keluarga yang Kompak.
Sangat luar biasa sekali melihat bagaimana keluarga ini bisa begitu kompak saat muncul bersama di acara-acara TV, atau bagaimana keseharian mereka dirumah dalam tayangan channel YouTube keluarga. Kok ya nggak ada yang pakai ngambek-ngambek dan memaksa keinginannya dituruti? Bisa jadi karena begitu seringnya bersama, anak-anak keluarga ini menyadari sekali kekuatan mereka sebagai keluarga besar. Mereka sangat bangga sebagai anggota keluarga yang kontribusinya dihargai dan saling menguatkan satu sama lain antara keluarga Gen Halilintar. Suka sekali membaca mengenai bagaimana 4 anak-anak terbesar sembunyi-sembunyi mengikuti sebuah kompetisi tim. Kalau tim lain biasanya merupakan hubungan pertemanan, ini adalah saudara kandung. Dan mereka memboyong juara pertama. Keluarga Gen Halilintar memang keluarga yang suka berkompetisi. Yang penting bukan juaranya (walau mereka memang seringkali memborong kemenangan) tapi ingin anak-anak menjadi orang yang gigih, sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, berjiwa juara sekalipun tidak juara, "Gen Halilintar".

Gen Halilintar adalah keluarga normal yang memiliki banyak anak, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kita bisa belajar banyak mengenai bagaimana cara mendidik keluarga versi keluarga Gen Halilintar ini. Setiap keluarga memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing. Dan dalam 3 buku Kesebelasan Gen Halilintar, mereka berusaha berbagi pengalaman tersebut kepada para pembaca yang memerlukannya. Demikianlah Biodata dan Profil Gen Halilintar Lengkap dengan Fakta yang tertulis didalam Buku-buku Kesebelasan Gen Halilintar, yang sudah Seleb Squad tulis. Semoga Artikel Biodata dan Profil Lengkap Keluarga Gen Halilintar ini bisa bermanfaat bagi kalian.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post